Memuat halaman...

Strategic Sourcing Manager

COMBIPHAR Group Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Deskripsi pekerjaan

Perusahaan manufaktur dan industri terkemuka membuka kesempatan bagi profesional berpengalaman untuk memegang posisi Strategic Sourcing Manager. Perusahaan berkomitmen menjaga keunggulan operasional melalui manajemen rantai pasok yang tangguh, efisiensi biaya, serta kemitraan strategis dengan berbagai vendor berkualitas. Posisi ini memegang tanggung jawab penuh dalam merumuskan strategi pasokan, memastikan kontinuitas material end-to-end, serta memitigasi risiko sisi pasokan. Tugas utama meliputi pengelolaan proses sourcing dan vendor management, pelaksanaan negosiasi komersial dan tender, analisis Total Cost of Ownership (TCO), manajemen aset produksi terkait material, serta koordinasi erat dengan berbagai divisi lintas fungsi untuk mendukung kelancaran operasional perusahaan.

Tanggung jawab: Strategi Pasokan & Continuity of Supply; Bertanggung jawab atas mitigasi risiko sisi pasokan (supplier-side risk) dan ketersediaan material sesuai agreed service level dari sisi Procurement. Kontinuitas pasokan end-to-end (termasuk demand planning, inventory, dan PO administration) merupaka; Melakukan monitoring tren pasar (market trend) dan benchmarking harga komoditas/material secara berkala sebagai dasar strategi pengadaan; Menentukan best timing untuk entry/lock-in kontrak berdasarkan analisa pasar dan proyeksi harga; Memberikan rekomendasi price lock atau commercial price-risk mitigation; eksekusi financial/commodity hedging sesuai kebijakan dan otoritas yang berlaku; Sourcing & Vendor Management; Mencari, mengevaluasi, dan melakukan seleksi vendor/supplier direct material (lokal & internasional) sesuai spesifikasi teknis dan standar kualitas yang berlaku; Melakukan proses tender/RFQ/RFP dan commercial comparison atas penawaran vendor; Melakukan negosiasi harga, termin pembayaran, kontrak supply jangka panjang, serta Service Level Agreement (SLA) dengan vendor; Melakukan analisa Total Cost of Ownership (TCO) dan should-cost analysis sebagai dasar keputusan pemenangan vendor — bukan sekadar harga terendah (best value); Mitigasi Risiko Material; Menurunkan risiko pasokan material melalui kombinasi strategi: kontrak jangka panjang, Vendor Managed Inventory (VMI), rekomendasi price lock (eksekusi hedging oleh Treasury), diferensiasi vendor (lokal & multi-negara), multi-vendor/dual sourcing, da; Mengeksplorasi kemungkinan penerapan Vendor Managed Inventory (VMI) dengan vendor strategis untuk menurunkan Days of Inventory (DOI) tanpa mengorbankan kontinuitas pasokan; Memetakan dan memonitor risiko vendor tunggal (single source) serta menyiapkan rencana kontinjensi/vendor alternatif; Manajemen Mold & Aset Produksi Terkait Material; Melakukan analisa TCO sebagai dasar keputusan investasi mold (pembelian) atau amortisasi (sewa/dibebankan ke vendor), termasuk pemilihan mold berdasarkan negara asal, masa garansi, dan estimasi jumlah output/shot mold; Pemantauan kondisi mold, shot count, dan replacement planning merupakan tanggung jawab Engineering/Manufacturing sebagai asset owner; Procurement menangani sourcing, TCO, garansi (warranty), dan commercial terms mold; Koordinasi Lintas Fungsi; Berkoordinasi dengan tim SCM terkait perencanaan kebutuhan dan stock untuk memastikan kontinuitas pasokan sesuai rencana produksi; Berkoordinasi dengan tim Opex (Operational Excellence) terkait project development dan eksplorasi material/vendor alternatif untuk efisiensi cost, proses, dan peningkatan kualitas; Berkoordinasi dengan tim BD terkait kebutuhan direct material untuk new project/pengembangan produk baru; Berkoordinasi dengan tim R&D terkait spesifikasi teknis, formulasi, dan kesesuaian material dengan requirement produk, termasuk proses trial dan approval material baru; Berkoordinasi dengan tim Quality terkait standar kualitas material, sertifikasi/kualifikasi vendor, Certificate of Analysis (CoA), penanganan quality complaint/deviation, dan audit vendor; Berkoordinasi dengan tim Legal terkait review dan finalisasi kontrak/supply agreement/VMI agreement, klausul komersial, serta mitigasi risiko hukum; Batasan akuntabilitas lintas fungsi: Procurement bertanggung jawab atas category strategy, sourcing, TCO/should-cost, negosiasi, commercial terms, dan supplier-side risk; SCM atas demand planning, inventory, PO administration, dan material expediting; Kontrak, Cost, Kepatuhan & Pelaporan; Menyusun dan mereview kontrak pembelian/supply (Purchase Agreement, Supply Agreement, VMI Agreement), berkoordinasi dengan tim Legal sebelum kontrak difinalisasi dan ditandatangani. Purchase Order (PO) administration tetap menjadi tanggung jawab SCM;; Memantau realisasi kinerja Procurement direct material yang difokuskan pada purchase-price variance (PPV), negotiated value, dan realized savings (bukan volume/usage variance), serta membuat laporan cost saving/cost avoidance secara berkala — dilapor; Memastikan proses procurement sesuai kebijakan perusahaan, prinsip GCG, dan peraturan terkait (termasuk aspek kepabeanan jika ada unsur impor); Menyusun laporan progres pengadaan dan kondisi supply/inventory risk secara mingguan/bulanan kepada atasan; Kepemimpinan Tim Direct Sourcing; Memimpin dan melakukan supervisi terhadap tim Asisten Manager (Asmen) Direct Sourcing yang menangani masing-masing kategori material; Berperan sebagai back-up kategori pada saat Asmen terkait cuti atau menjalani training panjang, untuk memastikan proses sourcing dan kontinuitas pasokan tetap berjalan tanpa hambatan; Melakukan coaching, pengembangan kapabilitas, dan monitoring kinerja tim Asmen Direct Sourcing.

Kualifikasi: Min. pendidikan S1 Teknik/Farmasi/Manajemen atau bidang terkait; Berpengalaman min. 8 tahun pengalaman relevan di bidang Procurement/Supply Chain, dengan minimal 3 tahun memimpin category/cross-functional sourcing.

Tanggung jawab

  • Strategi Pasokan & Continuity of Supply
  • Bertanggung jawab atas mitigasi risiko sisi pasokan (supplier-side risk) dan ketersediaan material sesuai agreed service level dari sisi Procurement. Kontinuitas pasokan end-to-end (termasuk demand planning, inventory, dan PO administration) merupaka
  • Melakukan monitoring tren pasar (market trend) dan benchmarking harga komoditas/material secara berkala sebagai dasar strategi pengadaan
  • Menentukan best timing untuk entry/lock-in kontrak berdasarkan analisa pasar dan proyeksi harga
  • Memberikan rekomendasi price lock atau commercial price-risk mitigation; eksekusi financial/commodity hedging sesuai kebijakan dan otoritas yang berlaku
  • Sourcing & Vendor Management
  • Mencari, mengevaluasi, dan melakukan seleksi vendor/supplier direct material (lokal & internasional) sesuai spesifikasi teknis dan standar kualitas yang berlaku
  • Melakukan proses tender/RFQ/RFP dan commercial comparison atas penawaran vendor
  • Melakukan negosiasi harga, termin pembayaran, kontrak supply jangka panjang, serta Service Level Agreement (SLA) dengan vendor
  • Melakukan analisa Total Cost of Ownership (TCO) dan should-cost analysis sebagai dasar keputusan pemenangan vendor — bukan sekadar harga terendah (best value)
  • Mitigasi Risiko Material
  • Menurunkan risiko pasokan material melalui kombinasi strategi: kontrak jangka panjang, Vendor Managed Inventory (VMI), rekomendasi price lock (eksekusi hedging oleh Treasury), diferensiasi vendor (lokal & multi-negara), multi-vendor/dual sourcing, da
  • Mengeksplorasi kemungkinan penerapan Vendor Managed Inventory (VMI) dengan vendor strategis untuk menurunkan Days of Inventory (DOI) tanpa mengorbankan kontinuitas pasokan
  • Memetakan dan memonitor risiko vendor tunggal (single source) serta menyiapkan rencana kontinjensi/vendor alternatif
  • Manajemen Mold & Aset Produksi Terkait Material
  • Melakukan analisa TCO sebagai dasar keputusan investasi mold (pembelian) atau amortisasi (sewa/dibebankan ke vendor), termasuk pemilihan mold berdasarkan negara asal, masa garansi, dan estimasi jumlah output/shot mold
  • Pemantauan kondisi mold, shot count, dan replacement planning merupakan tanggung jawab Engineering/Manufacturing sebagai asset owner; Procurement menangani sourcing, TCO, garansi (warranty), dan commercial terms mold
  • Koordinasi Lintas Fungsi
  • Berkoordinasi dengan tim SCM terkait perencanaan kebutuhan dan stock untuk memastikan kontinuitas pasokan sesuai rencana produksi
  • Berkoordinasi dengan tim Opex (Operational Excellence) terkait project development dan eksplorasi material/vendor alternatif untuk efisiensi cost, proses, dan peningkatan kualitas
  • Berkoordinasi dengan tim BD terkait kebutuhan direct material untuk new project/pengembangan produk baru
  • Berkoordinasi dengan tim R&D terkait spesifikasi teknis, formulasi, dan kesesuaian material dengan requirement produk, termasuk proses trial dan approval material baru
  • Berkoordinasi dengan tim Quality terkait standar kualitas material, sertifikasi/kualifikasi vendor, Certificate of Analysis (CoA), penanganan quality complaint/deviation, dan audit vendor
  • Berkoordinasi dengan tim Legal terkait review dan finalisasi kontrak/supply agreement/VMI agreement, klausul komersial, serta mitigasi risiko hukum
  • Batasan akuntabilitas lintas fungsi: Procurement bertanggung jawab atas category strategy, sourcing, TCO/should-cost, negosiasi, commercial terms, dan supplier-side risk; SCM atas demand planning, inventory, PO administration, dan material expediting
  • Kontrak, Cost, Kepatuhan & Pelaporan
  • Menyusun dan mereview kontrak pembelian/supply (Purchase Agreement, Supply Agreement, VMI Agreement), berkoordinasi dengan tim Legal sebelum kontrak difinalisasi dan ditandatangani. Purchase Order (PO) administration tetap menjadi tanggung jawab SCM;
  • Memantau realisasi kinerja Procurement direct material yang difokuskan pada purchase-price variance (PPV), negotiated value, dan realized savings (bukan volume/usage variance), serta membuat laporan cost saving/cost avoidance secara berkala — dilapor
  • Memastikan proses procurement sesuai kebijakan perusahaan, prinsip GCG, dan peraturan terkait (termasuk aspek kepabeanan jika ada unsur impor)
  • Menyusun laporan progres pengadaan dan kondisi supply/inventory risk secara mingguan/bulanan kepada atasan
  • Kepemimpinan Tim Direct Sourcing
  • Memimpin dan melakukan supervisi terhadap tim Asisten Manager (Asmen) Direct Sourcing yang menangani masing-masing kategori material
  • Berperan sebagai back-up kategori pada saat Asmen terkait cuti atau menjalani training panjang, untuk memastikan proses sourcing dan kontinuitas pasokan tetap berjalan tanpa hambatan
  • Melakukan coaching, pengembangan kapabilitas, dan monitoring kinerja tim Asmen Direct Sourcing

Kualifikasi

  • Min. pendidikan S1 Teknik/Farmasi/Manajemen atau bidang terkait
  • Berpengalaman min. 8 tahun pengalaman relevan di bidang Procurement/Supply Chain, dengan minimal 3 tahun memimpin category/cross-functional sourcing

Informasi lowongan

Tipe pekerjaan
Full-time
Pendidikan
S1
Gaji
Negosiasi

Cara melamar

Lowongan aktif terkait

Lihat lowongan kerja terbaru lainnya