Plant Manager

PT. Eka Nusa Global Padang, Sumatera Barat

Deskripsi pekerjaan

PT. Eka Nusa Global (ENG Group) membuka kesempatan untuk posisi Plant Manager yang bertugas secara menyeluruh mengelola seluruh aset alat berat, kendaraan operasional, workshop, serta kegiatan perawatan dan perbaikan guna menjamin kesiapan unit, produktivitas, efisiensi biaya, serta kelancaran operasional proyek. Dalam peran strategis ini, Anda bertanggung jawab dalam asset management, maintenance management, menjaga keandalan dan umur ekonomis alat, melakukan cost control atas pemeliharaan dan sparepart, serta memberikan dukungan operasional penuh. Anda juga memimpin dan mengelola kinerja tim mekanik, maintenance, dan workshop, memastikan kepatuhan terhadap standar K3 dan SOP perusahaan, serta menyusun berbagai laporan kinerja serta analisis parameter KPI plant secara berkala kepada manajemen.

Tanggung jawab: PT. EKA NUSA GLOBAL (ENG GROUP); A. Tujuan Jabatan; Bertanggung jawab atas pengelolaan seluruh aset alat berat, kendaraan operasional, workshop, serta kegiatan perawatan dan perbaikan untuk memastikan kesiapan unit, produktivitas, efisiensi biaya, dan kelancaran operasional proyek; B. Fungsi Utama Jabatan; 1. Asset Management: Mengelola seluruh aset alat berat dan kendaraan perusahaan; 2. Maintenance Management: Memastikan kegiatan perawatan dan perbaikan berjalan efektif; 3. Equipment Reliability: Menjaga keandalan, kesiapan, dan umur ekonomis alat; 4. Cost Control: Mengendalikan biaya pemeliharaan, perbaikan, dan penggunaan suku cadang; 5. Operational Support: Menjamin ketersediaan dan kesiapan alat sesuai kebutuhan proyek; 6. Team Management: Mengelola kinerja tim mekanik, maintenance, dan workshop; C. Tugas dan Tanggung Jawab; 1. Pengelolaan Aset Alat Berat; Mengendalikan seluruh data, kondisi, lokasi, dan status operasional alat berat perusahaan; Memastikan setiap unit memiliki riwayat perawatan, perbaikan, dan penggunaan yang terdokumentasi; Mengevaluasi kelayakan unit untuk dioperasikan, diperbaiki, direkondisi, atau direkomendasikan untuk penggantian; 2. Pengendalian Kesiapan dan Produktivitas Alat; Memastikan seluruh alat berat siap digunakan sesuai kebutuhan operasional proyek; Mengendalikan tingkat availability, breakdown, dan downtime setiap unit; Menganalisis penyebab kerusakan berulang serta menetapkan tindakan perbaikan dan pencegahan; Berkoordinasi dengan tim operasional proyek terkait kebutuhan, perpindahan, dan kesiapan unit; 3. Pengelolaan Maintenance dan Workshop; Menyusun dan mengendalikan program Preventive Maintenance, Corrective Maintenance, dan Overhaul; Memastikan pelaksanaan servis berkala berdasarkan HM/KM serta rekomendasi pabrikan; Mengawasi kualitas pekerjaan mekanik dan memastikan perbaikan dilakukan sesuai standar teknis; Memastikan setiap pekerjaan perbaikan tercatat melalui Work Order dan memiliki target penyelesaian; 4. Pengendalian Biaya Operasional Plant; Menyusun dan mengendalikan anggaran maintenance dan workshop; Mengevaluasi biaya perbaikan, pemakaian sparepart, serta biaya maintenance per unit; Mengidentifikasi pemborosan dan mengembangkan program efisiensi tanpa mengurangi kualitas serta keselamatan; Menganalisis kelayakan ekonomis antara memperbaiki, mengganti komponen, atau mengganti unit; 5. Pengawasan Sparepart dan BBM; Mengendalikan perencanaan kebutuhan sparepart bersama tim logistik dan procurement; Memastikan ketersediaan sparepart kritis untuk meminimalkan downtime; Mengevaluasi pemakaian sparepart yang tidak wajar serta potensi penyimpangan; Berkoordinasi dalam pengawasan konsumsi BBM dan melakukan analisis fuel rate abnormal yang berkaitan dengan kondisi teknis alat; 6. Pengelolaan Tim Mekanik dan Maintenance; Mengatur pembagian pekerjaan, penempatan, dan kebutuhan tenaga mekanik di workshop maupun proyek; Mengawasi produktivitas, kedisiplinan, kualitas, serta kecepatan penyelesaian pekerjaan tim; Melaksanakan evaluasi kinerja dan pengembangan kompetensi mekanik; Memastikan tim bekerja sesuai SOP, standar keselamatan, dan target perusahaan; 7. Pengendalian Keselamatan dan Kepatuhan; Memastikan seluruh unit memenuhi standar keselamatan dan kelayakan operasional; Mengawasi pelaksanaan pemeriksaan harian alat (P2H) dan menindaklanjuti temuan kerusakan; Memastikan pelaksanaan prosedur K3 dalam seluruh aktivitas workshop dan maintenance; Menghentikan pengoperasian unit yang dinilai tidak aman atau tidak layak; 8. Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan; Memantau kondisi dan kesiapan seluruh unit secara harian; Mengevaluasi tren breakdown, downtime, biaya maintenance, dan produktivitas mekanik; Menyusun rencana perbaikan serta strategi peningkatan efisiensi dan keandalan alat; Sampaikan laporan kinerja plant dan rekomendasi kepada manajemen; D. Laporan Wajib Plant Manager; 1. Daily Equipment Availability Report – Status kesiapan dan kerusakan unit; 2. Breakdown & Downtime Report – Frekuensi, durasi, dan penyebab kerusakan; 3. Preventive Maintenance Report – Jadwal serta realisasi servis berkala; 4. Maintenance Cost Report – Biaya perawatan dan perbaikan per unit; 5. Workshop Productivity Report – Produktivitas mekanik dan penyelesaian WO; 6. Sparepart Consumption Report – Penggunaan dan kebutuhan sparepart; 7. Monthly Plant Performance Report – Evaluasi kinerja plant secara keseluruhan; E. Parameter KPI Plant Manager; 1. Equipment Availability (%); 2. Equipment Utilization (%); 3. Breakdown Frequency; 4. Downtime Duration; 5. Preventive Maintenance Compliance (%); 6. Maintenance Cost per HM/KM; 7. Work Order Completion Rate (%); 8. Repeat Breakdown / Rework Rate (%); 9. Sparepart Cost Efficiency; 10. Kepatuhan K3 dan SOP Maintenance.

Tanggung jawab

  • PT. EKA NUSA GLOBAL (ENG GROUP)
  • A. Tujuan Jabatan
  • Bertanggung jawab atas pengelolaan seluruh aset alat berat, kendaraan operasional, workshop, serta kegiatan perawatan dan perbaikan untuk memastikan kesiapan unit, produktivitas, efisiensi biaya, dan kelancaran operasional proyek
  • B. Fungsi Utama Jabatan
  • 1. Asset Management: Mengelola seluruh aset alat berat dan kendaraan perusahaan
  • 2. Maintenance Management: Memastikan kegiatan perawatan dan perbaikan berjalan efektif
  • 3. Equipment Reliability: Menjaga keandalan, kesiapan, dan umur ekonomis alat
  • 4. Cost Control: Mengendalikan biaya pemeliharaan, perbaikan, dan penggunaan suku cadang
  • 5. Operational Support: Menjamin ketersediaan dan kesiapan alat sesuai kebutuhan proyek
  • 6. Team Management: Mengelola kinerja tim mekanik, maintenance, dan workshop
  • C. Tugas dan Tanggung Jawab
  • 1. Pengelolaan Aset Alat Berat
  • Mengendalikan seluruh data, kondisi, lokasi, dan status operasional alat berat perusahaan
  • Memastikan setiap unit memiliki riwayat perawatan, perbaikan, dan penggunaan yang terdokumentasi
  • Mengevaluasi kelayakan unit untuk dioperasikan, diperbaiki, direkondisi, atau direkomendasikan untuk penggantian
  • 2. Pengendalian Kesiapan dan Produktivitas Alat
  • Memastikan seluruh alat berat siap digunakan sesuai kebutuhan operasional proyek
  • Mengendalikan tingkat availability, breakdown, dan downtime setiap unit
  • Menganalisis penyebab kerusakan berulang serta menetapkan tindakan perbaikan dan pencegahan
  • Berkoordinasi dengan tim operasional proyek terkait kebutuhan, perpindahan, dan kesiapan unit
  • 3. Pengelolaan Maintenance dan Workshop
  • Menyusun dan mengendalikan program Preventive Maintenance, Corrective Maintenance, dan Overhaul
  • Memastikan pelaksanaan servis berkala berdasarkan HM/KM serta rekomendasi pabrikan
  • Mengawasi kualitas pekerjaan mekanik dan memastikan perbaikan dilakukan sesuai standar teknis
  • Memastikan setiap pekerjaan perbaikan tercatat melalui Work Order dan memiliki target penyelesaian
  • 4. Pengendalian Biaya Operasional Plant
  • Menyusun dan mengendalikan anggaran maintenance dan workshop
  • Mengevaluasi biaya perbaikan, pemakaian sparepart, serta biaya maintenance per unit
  • Mengidentifikasi pemborosan dan mengembangkan program efisiensi tanpa mengurangi kualitas serta keselamatan
  • Menganalisis kelayakan ekonomis antara memperbaiki, mengganti komponen, atau mengganti unit
  • 5. Pengawasan Sparepart dan BBM
  • Mengendalikan perencanaan kebutuhan sparepart bersama tim logistik dan procurement
  • Memastikan ketersediaan sparepart kritis untuk meminimalkan downtime
  • Mengevaluasi pemakaian sparepart yang tidak wajar serta potensi penyimpangan
  • Berkoordinasi dalam pengawasan konsumsi BBM dan melakukan analisis fuel rate abnormal yang berkaitan dengan kondisi teknis alat
  • 6. Pengelolaan Tim Mekanik dan Maintenance
  • Mengatur pembagian pekerjaan, penempatan, dan kebutuhan tenaga mekanik di workshop maupun proyek
  • Mengawasi produktivitas, kedisiplinan, kualitas, serta kecepatan penyelesaian pekerjaan tim
  • Melaksanakan evaluasi kinerja dan pengembangan kompetensi mekanik
  • Memastikan tim bekerja sesuai SOP, standar keselamatan, dan target perusahaan
  • 7. Pengendalian Keselamatan dan Kepatuhan
  • Memastikan seluruh unit memenuhi standar keselamatan dan kelayakan operasional
  • Mengawasi pelaksanaan pemeriksaan harian alat (P2H) dan menindaklanjuti temuan kerusakan
  • Memastikan pelaksanaan prosedur K3 dalam seluruh aktivitas workshop dan maintenance
  • Menghentikan pengoperasian unit yang dinilai tidak aman atau tidak layak
  • 8. Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan
  • Memantau kondisi dan kesiapan seluruh unit secara harian
  • Mengevaluasi tren breakdown, downtime, biaya maintenance, dan produktivitas mekanik
  • Menyusun rencana perbaikan serta strategi peningkatan efisiensi dan keandalan alat
  • Sampaikan laporan kinerja plant dan rekomendasi kepada manajemen
  • D. Laporan Wajib Plant Manager
  • 1. Daily Equipment Availability Report – Status kesiapan dan kerusakan unit
  • 2. Breakdown & Downtime Report – Frekuensi, durasi, dan penyebab kerusakan
  • 3. Preventive Maintenance Report – Jadwal serta realisasi servis berkala
  • 4. Maintenance Cost Report – Biaya perawatan dan perbaikan per unit
  • 5. Workshop Productivity Report – Produktivitas mekanik dan penyelesaian WO
  • 6. Sparepart Consumption Report – Penggunaan dan kebutuhan sparepart
  • 7. Monthly Plant Performance Report – Evaluasi kinerja plant secara keseluruhan
  • E. Parameter KPI Plant Manager
  • 1. Equipment Availability (%)
  • 2. Equipment Utilization (%)
  • 3. Breakdown Frequency
  • 4. Downtime Duration
  • 5. Preventive Maintenance Compliance (%)
  • 6. Maintenance Cost per HM/KM
  • 7. Work Order Completion Rate (%)
  • 8. Repeat Breakdown / Rework Rate (%)
  • 9. Sparepart Cost Efficiency
  • 10. Kepatuhan K3 dan SOP Maintenance

Informasi lowongan

Tipe pekerjaan
Full-time
Gaji
Rp 10,000,000 – Rp 15,000,000 per month
Batas lamaran
18 November 2026

Cara melamar

Lowongan aktif terkait

Lihat lowongan kerja terbaru lainnya